ABU DHABI || Wajahnya kerap menghiasi kampanye sejumlah rumah mode dunia seperti Versace, Gucci, hingga Hugo Boss. Namun, begitu pintu oktagon tertutup, Islam Dulatov berubah menjadi petarung yang dikenal tanpa ampun. Striker berdarah Chechnya yang kini memilih mewakili Turki itu siap melanjutkan awal kariernya yang mengesankan di Ultimate Fighting Championship (UFC).
Dulatov dijadwalkan menghadapi petarung asal Amerika Serikat, Wellington Turman, dalam ajang UFC Fight Night Abu Dhabi di Etihad Arena, Sabtu (25/7/2026) waktu setempat. Pertarungan tersebut menjadi penampilan ketiganya di UFC sekaligus kesempatan untuk semakin mendekati jajaran elite divisi kelas welter.
Petarung berusia 27 tahun itu datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan dua kemenangan beruntun melalui technical knockout (TKO) pada dua laga pertamanya di UFC. Secara keseluruhan, ia mengoleksi rekor profesional 12 kemenangan dan hanya sekali kalah, dengan mayoritas kemenangan diraih lewat penyelesaian cepat.
Gaya bertarung agresif, pukulan eksplosif, serta insting mengakhiri pertarungan sejak awal membuat Dulatov mulai diperhitungkan sebagai salah satu prospek paling berbahaya di divisinya.
Meski tengah berada dalam tren positif, Dulatov menegaskan dirinya tidak menganggap remeh Wellington Turman. Petarung dengan rekor 18 kemenangan dan 8 kekalahan itu memiliki pengalaman lebih banyak di UFC dan dikenal memiliki kemampuan grappling yang solid.
Namun, kendati diprediksi tidak mudah, kemenangan atas Turman diyakini akan menjadi tiket penting bagi Dulatov untuk menantang petarung yang sudah menghuni peringkat kelas menengah.
Menjelang duel di Abu Dhabi, Dulatov juga mengumumkan perubahan besar dalam identitas yang dibawanya di UFC. Dalam wawancara bersama Cageside Press, ia memastikan akan tampil dengan membawa bendera Turki.
"Saya akan mewakili Turki dalam pertarungan ini," ujar Dulatov, melansit kanal Youtbe Cageside Press, Jumat (24/7/2026).
Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian penggemar MMA. Sebelumnya, petarung kelahiran Chechnya itu dikenal bertanding di bawah bendera Jerman. Pergantian negara yang diwakilinya menjadi babak baru dalam perjalanan karier internasionalnya.
Dulatov sama sekali tidak terpancing dengan pernyataan Wellington Turman yang optimistis mampu menyeret pertarungan hingga ronde kedua sebelum mengalahkannya.
Sebaliknya, mantan model berbagai merek fesyen ternama itu justru membalas dengan statistik yang dimilikinya.
"Banyak orang sudah mengatakan hal seperti itu sebelumnya. Namun, bisa membawa saya sampai ronde kedua juga sangat sulit. Sejauh ini hanya ada satu petarung yang mampu bertahan hingga ronde kedua melawan saya. Saya sudah mengakhiri 11 lawan saya di ronde pertama. Jadi, kita lihat saja apakah dia bisa melakukannya," kata Dulatov.
Ucapan itu bukan sekadar psywar. Dari 12 kemenangan profesionalnya, sebagian besar memang berakhir sebelum pertarungan memasuki ronde kedua.
Dulatov bahkan secara terbuka menyatakan targetnya adalah kembali menuntaskan laga secepat mungkin.
"Semua orang selalu bilang mereka akan menghabisi lawannya. Dia bilang pertarungan akan masuk ronde kedua, sementara saya bilang saya akan menyelesaikannya di ronde pertama. Mari kita lihat siapa yang benar-benar bisa membuktikan ucapannya," tegasnya.
Kepercayaan diri tersebut menjadi ciri khas Dulatov sejak bergabung ke UFC. Ia selalu tampil menekan sejak detik pertama dan jarang memberi kesempatan lawannya mengembangkan permainan.
Meski namanya mulai dikaitkan dengan sejumlah petarung papan atas, Dulatov memilih tetap membumi. Baginya, seluruh perhatian saat ini hanya tertuju pada Wellington Turman.
"Kalau pertarungan ini menentukan tempat di peringkat, mungkin saya akan menyebut satu nama. Namun sekarang saya hanya fokus tampil di kartu utama. Belum ada lawan tertentu yang ingin saya hadapi. Setelah pertarungan ini, mungkin baru kita melihat peluang menghadapi petarung dengan nama yang lebih besar," ujarnya.
Sikap tersebut menunjukkan Dulatov belum ingin terburu-buru mengejar duel besar. Ia memilih membangun karier secara bertahap sambil terus membuktikan kualitasnya di dalam oktagon.
Jika kembali meraih kemenangan meyakinkan di Abu Dhabi, peluang Islam Dulatov menembus daftar peringkat kelas menengah UFC akan semakin terbuka. Dengan kombinasi ketenaran sebagai model internasional dan gaya bertarung brutal yang memikat, ia kini menjadi salah satu prospek paling menarik untuk diikuti dalam perjalanan menuju puncak UFC.

Social Header