![]() |
| Labfor Polda Sumut memberikan keterangan pers di Perumahan Grand Polonia, Medan. (Foto : ist) |
LPC-ONLINE.COM - Meski Labfor Polda Sumut sudah memastikan penyebab ledakan rumah di Kompleks Grand Polonia Medan adalah akumulasi gas metana, polisi belum bisa menemukan dari mana gas itu bocor.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan tim Labfor masih melakukan leak test terhadap jaringan pipa gas di lokasi.
"Kami belum bisa memastikan titik kebocorannya. Tim Labfor masih melakukan leak test terhadap jaringan pipa agar diketahui secara ilmiah lokasi kebocoran yang menyebabkan akumulasi gas tersebut," ujar Ferry, Jumat (25/7/2026).
Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian menyebut prosesnya tidak mudah karena instalasi pipa tertanam di dalam struktur bangunan.
"Pipa instalasi berada di dalam struktur bangunan, sehingga pemeriksaannya harus dilakukan secara bertahap," katanya.
Sementara penyebab penyulutan yang memicu ledakan juga masih didalami.
Sebagai langkah antisipasi, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) masih menghentikan total penyaluran gas ke seluruh rumah di Grand Polonia.
"Kami masih menutup aliran gas di Perumahan Grand Polonia demi alasan keselamatan," kata General Manager Regional I PGN Andi Sangga.
Untuk membantu investigasi, PGN mendatangkan tabung Compressed Natural Gas (CNG) guna melakukan simulasi pengaliran ke jaringan pipa.
"Kami melakukan simulasi pengaliran menggunakan CNG agar bersama kepolisian dapat mencari titik kebocoran secara akurat," ujarnya.
Andi menegaskan PGN belum menyimpulkan jaringan mereka sebagai penyebab utama ledakan dan masih menunggu hasil investigasi resmi kepolisian.
Labfor sebelumnya memastikan hasil pemeriksaan ilmiah menemukan kandungan gas metana (CH4) yang terakumulasi di dalam ruangan sebelum akhirnya tersulut dan meledak.

Social Header