Breaking News

Ramai Dituding Sindir Warga, Lurah Paya Pasir Bantah Ucapkan "Curhat Dia Bah"

 

Lurah Paya Pasir Sherly (foto: ist) 

Marelan - Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Syerly, akhirnya memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan dirinya melontarkan celetukan saat seorang warga menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Dalam keterangannya, Syerly menegaskan bahwa ucapannya tidak memiliki maksud untuk menyindir ataupun meremehkan warga bernama Ulfa yang saat itu menyampaikan permintaan penambahan lampu penerangan jalan (LPJU).

"Memang spontan saja. Saya bilang 'Cie, curhat nih'. Tidak ada makna apa-apa karena memang benar dia sedang menyampaikan curhat kepada Pak Wali. Kami sudah lama saling kenal, bahkan ada hubungan kekeluargaan dan sehari-hari juga sering bercengkerama," ujar Syerly.

Peristiwa tersebut terjadi saat Wali Kota Medan meninjau proyek pengecoran Jalan Tapaneka pada 22 Juli 2026. Ketika rombongan hendak meninggalkan lokasi, Ulfa mendekati wali kota untuk menyampaikan keluhan terkait minimnya penerangan jalan di kawasan tersebut.

Menurut Syerly, permintaan pemasangan LPJU sebenarnya bukan hal baru. Ia menyebut pihak kelurahan telah mengusulkan pemasangan lampu jalan kepada Dinas Perhubungan sejak sekitar satu tahun lalu.

"Permohonan sudah kami ajukan sejak tahun lalu. Waktu itu memang ada program pendataan titik lampu jalan. Selain itu, laporan juga kami masukkan melalui program Sapa di kecamatan," katanya.

Syerly juga mengaku mengetahui kondisi di sekitar rumah Ulfa yang selama ini menggunakan lampu penerangan hasil swadaya warga.

"Sebelum Pak Wali datang pun dia sudah cerita sama saya kalau lampu itu dipasang pakai uang pribadinya. Saya tahu kondisinya, makanya ketika dia menyampaikan ke Pak Wali, saya spontan bilang 'Cie, curhat nih'," ucapnya.

Selain itu, Syerly membantah anggapan yang beredar di media sosial bahwa dirinya mengucapkan kalimat "Cie, curhat dia bah".

"Saya tidak bilang 'bah'. Yang saya ucapkan hanya 'Cie, curhat nih ye'. Mungkin karena angin atau kualitas rekaman, terdengar berbeda," jelasnya.

Ia menjelaskan, kawasan Jalan Tapaneka memang masih minim permukiman sehingga suasana pada malam hari cukup gelap. Di sepanjang jalan tersebut hanya terdapat beberapa rumah warga, gudang, kawasan perusahaan, dan tambak.

Meski telah memberikan klarifikasi, Syerly tidak menyampaikan permintaan maaf secara langsung dalam keterangannya. Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video celetukannya saat warga menyampaikan aspirasi kepada Wali Kota Medan ramai beredar di media sosial.


Sumber: Tribun Medan 

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM