Breaking News

Satpam Victor Harefa Dipaksa Sujud ke 3 Polisi Usai Tegur Alphard Terobos Lampu Merah

 

Satpam Victor bersama 3 oknum polisi penumpang Alphard (foto: ist) 

Jakarta – Kasus seorang petugas keamanan, Victor Harefa, yang sempat dipaksa bersujud dan meminta maaf kepada tiga anggota polisi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik.

Peristiwa tersebut bermula saat Victor menegur pengemudi Toyota Alphard yang diduga menerobos lampu merah ketika pejalan kaki hendak menyeberang di zebra cross pada Rabu (22/7/2026).

Victor mengaku sempat mengetuk kaca mobil tersebut sambil menegur pengemudi. Namun, tindakan itu kemudian memicu perselisihan antara dirinya dengan tiga orang yang berada di dalam kendaraan.

“Setelah lampu merah tiba, giliran pejalan kaki lewat. Saat itu ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah. Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya dan berkata, ‘Woi, lampu merah!’,” ujar Victor dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial.

Menurut Victor, tiga orang yang berada di dalam mobil kemudian turun dan terlibat cekcok dengannya. Ia pun mengajak mereka menyelesaikan persoalan tersebut di Pos Polisi Bundaran HI.

“Karena pospol ada di depan bundaran, saya bawa mereka ke sana. Di jalan saya juga didorong-dorong. Mereka bilang, ‘Saya juga aparat,’” kata Victor.

Setibanya di pos polisi, ketiga orang tersebut menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) dan mengaku sebagai anggota kepolisian.

Victor kemudian menyampaikan kronologi kejadian kepada kepala pos polisi. Namun, ia mengaku justru diberi tahu bahwa dirinya tidak memiliki hak untuk memukul kaca kendaraan.

“Kepala pospol menyampaikan kepada saya, ‘Kamu salah. Kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil’,” ucap Victor.

Dalam situasi tersebut, Victor akhirnya meminta maaf kepada pihak pengendara. Ia bahkan mengaku sampai bersujud karena ingin persoalan tersebut segera berakhir.

“Saya salaman kepada beliau dan bersujud meminta maaf. Saya bilang, ‘Saya salah, saya akan jadikan ini sebagai pengalaman dan pedoman untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugas’,” tuturnya.

Meski telah meminta maaf, Victor mengaku masih mendapatkan perlakuan yang membuat dirinya merasa terintimidasi. Ia menyebut kerah bajunya sempat ditarik oleh sopir Alphard.

Kasus tersebut kemudian menjadi viral setelah rekaman CCTV dan video terkait kejadian tersebar di media sosial. Belakangan diketahui, tiga orang yang berada di dalam kendaraan tersebut merupakan anggota Polri yang berdinas di wilayah Polda Jawa Barat.

Setelah kasus itu ramai diperbincangkan, ketiga polisi tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Victor.

Victor mengatakan, permintaan maaf tersebut telah diterimanya dan tidak ingin menyimpan dendam. Namun, ia menegaskan proses pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran tetap diserahkan kepada pihak berwenang.

“Saya pribadi puas dengan pengakuan dan cara mereka meminta maaf kepada saya. Dengan ini, tidak ada dendam yang masih tersimpan di hati,” tulis Victor dalam unggahannya di media sosial.

Di sisi lain, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya turut menyelidiki kendaraan Toyota Alphard yang terlibat dalam insiden tersebut. Penyelidikan dilakukan setelah muncul dugaan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan.

Pelat nomor D 1828 XHQ yang terpasang pada Alphard tersebut disebut dalam penelusuran awal terdaftar untuk kendaraan jenis lain. Namun, polisi menegaskan informasi tersebut masih harus diverifikasi melalui penyelidikan.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan pihaknya akan memanggil pemilik kendaraan untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.

“Nanti akan dikonfirmasi dan diperiksa. Kendaraan yang digunakan itu kendaraan apa, kemudian terkait dugaan menerobos lampu lalu lintas, akan kami lihat sanksi dan pasal yang dikenakan,” ujar Ojo.

Polisi juga berencana meminta keterangan Victor dan pihak terkait lainnya untuk memperjelas kronologi kejadian.

“Nanti kami pertemukan dan konfrontir di kantor. Intinya, kami akan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan Victor tidak akan kehilangan pekerjaannya akibat insiden tersebut.

“Sudah selesai permasalahannya. Saya jamin satpam itu tidak akan dipecat,” tegas Rano.

Kasus tersebut kini masih menjadi perhatian publik, sementara dugaan pelanggaran etik terhadap anggota polisi serta persoalan lalu lintas dan penggunaan pelat nomor kendaraan masih dalam proses penanganan.


Sumber: Tribun


© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM