Breaking News

Setelah Selat Hormuz, Kini Giliran Jalur Bab Al Mandab Terganggu Akibat Konflik Amerika Serikat - Iran

Ilustrasi jalur perdagangan minyak dunia lumpuh akibat perang Amerika Serikat - Iran. (Foto : ist)

LPC - ONLINE.COM - Dua urat nadi perdagangan minyak dunia di Timur Tengah lumpuh bersamaan. Setelah Selat Hormuz terganggu akibat konflik Amerika Serikat - Iran, kini giliran Bab Al Mandab yang tak bisa dilewati.

Meski belum ada penutupan resmi, jalur pelayaran kedua terbesar energi dunia itu praktis tertutup setelah kelompok Houthi menyerang semua kapal yang melintas di pintu masuk Laut Merah.

Kondisi itu membuat pasar panik akan terganggunya pasokan global. Harga minyak pun melonjak dan berada di jalur kenaikan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir.

Melansir dari Reuters, Sabtu (25/7/2026), harga Brent pada Jumat (24/7/2026) memang turun tipis 0,72 persen ke US$99,97 per barel, tapi secara mingguan masih menguat 13,5 persen. Sehari sebelumnya, Brent sempat melesat 7 persen dan kembali menembus US$100 untuk pertama kalinya sejak Mei.

Sementara WTI AS turun 0,76 persen ke US$91,49 per barel, namun masih naik 10,9 persen dalam sepekan. Pada Kamis (23/7), WTI juga sempat melonjak 6,2 persen.

Bab Al Mandab menjadi rute utama ekspor minyak Arab Saudi setelah lalu lintas di Selat Hormuz anjlok sejak gencatan senjata AS-Iran runtuh awal bulan ini. Dengan dua jalur itu terganggu, pasokan minyak dunia kini dalam ancaman serius.

Situasi makin panas setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan akan meminta pertanggungjawaban Iran atas setiap serangan terhadap kapal di kawasan.

Sebelumnya, Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi setelah Iran disebut meminta mereka bersiap menutup Bab Al Mandab jika AS terus menyerang infrastruktur energi Iran. 

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM