![]() |
| Ilustrasi |
Ragam– Pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi yang umum dialami pria, terutama setelah memasuki usia 50 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan saat buang air kecil, seperti pancaran urine melemah, sering buang air kecil pada malam hari, hingga rasa tidak tuntas setelah berkemih.
Meski sering dikaitkan dengan tindakan operasi, tidak semua kasus pembesaran prostat memerlukan prosedur bedah. Pada banyak pasien, gejala dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup, pengobatan, maupun terapi minimal invasif sesuai anjuran dokter.
Berikut 5 cara yang dapat membantu mengatasi pembesaran prostat tanpa harus menjalani operasi:
1. Terapkan Pola Hidup Sehat
Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta mengurangi makanan berlemak dapat membantu menjaga kesehatan prostat. Selain itu, batasi konsumsi kafein dan alkohol karena dapat memperburuk gejala.
2. Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter
Menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta mengurangi makanan berlemak dapat membantu menjaga kesehatan prostat. Selain itu, batasi konsumsi kafein dan alkohol karena dapat memperburuk gejala.
3. Latihan Otot Panggul (Senam Kegel)
Senam Kegel tidak hanya bermanfaat bagi wanita, tetapi juga pria. Latihan ini dapat memperkuat otot dasar panggul sehingga membantu mengurangi gangguan saat buang air kecil.
4. Pilih Terapi Minimal Invasif Jika Diperlukan
Bagi pasien yang tidak membaik dengan obat-obatan, dokter dapat menyarankan terapi minimal invasif. Prosedur ini umumnya tidak memerlukan operasi besar dan memiliki masa pemulihan yang lebih cepat.
5. Rutin Periksa ke Dokter Urologi
Pemeriksaan rutin penting dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi prostat. Dengan deteksi dini, dokter dapat menentukan penanganan yang paling tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Pembesaran prostat merupakan kondisi yang dapat ditangani dengan baik apabila terdeteksi sejak dini. Karena itu, pria berusia di atas 50 tahun disarankan untuk tidak mengabaikan gejala gangguan buang air kecil dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila keluhan terus berlanjut.
Sumber: Kemenkes RI

Social Header