MEDAN || Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan pentingnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama perekonomian daerah. Melalui ajang **Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026**, ia berharap pelaku UMKM mampu meningkatkan daya saing hingga menembus pasar internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri pembukaan KKSU 2026 di Lobi Delipark Mall Medan, Sabtu (25/7/2026). Program yang digelar Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara itu mengangkat tema "Dari Lokal ke Global: Mendorong UMKM yang Inovatif, Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Internasional."
Bobby mengatakan, di tengah tantangan ekonomi dunia dan penyesuaian anggaran, penguatan sektor swasta menjadi langkah penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi akselerator pembangunan ekonomi di Sumatera Utara.
"Untuk mengimbangi penyesuaian anggaran dan dinamika ekonomi global, kita harus menggerakkan sektor swasta dan mengoptimalkan potensi dalam negeri, khususnya para pelaku UMKM. Kualitas produk Sumut, baik wastra maupun kuliner, tidak perlu diragukan lagi dan sangat mampu bersaing di tingkat nasional maupun global," ujar Bobby.
Pada kesempatan itu, Bobby hadir bersama Ketua Dekranasda Sumatera Utara, Kahiyang Ayu. Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara berada pada kisaran 6,7 hingga 7,1 persen, sejalan dengan sasaran pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Untuk mencapai target tersebut, UMKM dinilai harus mampu memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produknya.
Bobby juga mengajak pelaku usaha mengubah pola pemasaran dari Business to Consumer (B2C) menjadi Business to Business (B2B) agar produk-produk lokal dapat masuk ke rantai pasok industri sekaligus menarik minat investor.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus memberikan pendampingan kepada UMKM, mulai dari peningkatan kualitas kemasan hingga penyusunan feasibility study agar usaha yang dijalankan lebih siap memperoleh pembiayaan dan peluang investasi.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, mengapresiasi kinerja ekonomi Sumatera Utara yang tetap tumbuh 4,98 persen meski dunia masih menghadapi tekanan ekonomi global.
Thomas mengatakan BI akan terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial yang diberikan kepada sektor perbankan.
"Tema tahun ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem UMKM daerah agar naik kelas. KKSU menjadi jembatan konkret yang mempertemukan UMKM dengan mitra pembiayaan, mitra dagang, serta pasar yang lebih luas," kata Thomas.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menjelaskan bahwa KKSU 2026 merupakan penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2020. Tahun ini, kegiatan melibatkan lebih dari 600 pelaku UMKM dan 48 mitra strategis, dengan rangkaian acara berlangsung pada 15–26 Juli 2026.
Ameriza mengungkapkan, hingga hari pembukaan, nilai transaksi yang tercatat telah menunjukkan hasil menggembirakan. Penjualan ritel menembus lebih dari Rp900 juta, sedangkan transaksi business matching mencapai Rp22 miliar melalui kerja sama perdagangan dan pembiayaan antara UMKM dengan pelaku industri, agregator, hotel, serta mitra global.
Selain itu, potensi kerja sama bisnis dan investasi yang berhasil dihimpun selama pelaksanaan KKSU telah melampaui Rp80 miliar.
Tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan, KKSU 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan pendukung, seperti Sumatra Export Celebration, Medan Digifestival, edukasi literasi keuangan, sosialisasi digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS, hingga pameran produk wastra dan kuliner khas Sumatera Utara.

Social Header