Breaking News

50 Ribu Migran Maroko Paksa Masuk ke Spanyol, 57 Orang Meninggal Dunia

 

Puluhan ribu Migran Maroko memaksa masuk ke Spanyol, Kamis (30/7/2026). (Foto : AP)

LPC-ONLINE.COM - Krisis migran Maroko-Spanyol pecah. Setidaknya 57 orang meninggal dunia saat 50 ribu migran asal Maroko memaksa masuk ke wilayah otonomi khusus Ceuta, Spanyol,  Kamis (30/7/2026).

Data Kementerian Dalam Negeri Spanyol mencatat sekitar 50.000 orang telah melintasi perbatasan. Bahkan pemerintah daerah Ceuta mengklaim jumlahnya mencapai 60.000 orang.

Otoritas Ceuta mengungkap penyebab kematian adalah tenggelam massal. Kerumunan besar menerobos perbatasan melalui jalur darat dan laut secara bersamaan, membuat penjaga perbatasan kewalahan.

Melansir dari CNN, Sabtu (1/8/2026), banyak korban terseret arus saat mencoba berenang ke Ceuta.


Pemicu: Video Viral Instagram dan Hoaks Putusan Mahkamah Agung

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez menegaskan ini pelanggaran integritas wilayah. Ia menuding ada disinformasi yang disebar penyelundup manusia soal putusan Mahkamah Agung Spanyol yang melarang pengembalian migran jalur laut ke Maroko.

Sementara itu, seorang remaja 16 tahun, Ayoub El Abyad, mengaku ke Reuters nekat jalan 12 jam ke Ceuta setelah melihat video penyeberangan di Instagram.

"Migrasi ini demi kehidupan yang lebih baik. Kami sepakat untuk mencoba menyeberang dan berserah diri kepada Tuhan," katanya.

Analis menilai 3 faktor utama pemicu migran Maroko tersebut. Faktor utama adalah karena ekonomi. 1 dari 4 pemuda Maroko usia 15-24 tahun menganggur, tidak sekolah dan tidak ikut pelatihan.

Faktor lainnya adalah faktor cuaca. Kondisi laut yang tenang di bulan Juli membuat rute warga Maroko berenang lebih mudah ke Spanyol.

Faktor lainnya karena politik: Maroko tidak mengakui kedaulatan Spanyol atas Ceuta, memicu spekulasi pembiaran.

Jelas saja. Efek domino langsung terasa. Italia memperketat pengawasan perbatasan untuk kedatangan dari Spanyol. Prancis juga memerintahkan pemeriksaan ekstra di perbatasan Spanyol.

Sementara itu, pada Jumat (31/7/2026), ratusan migran justru kembali ke Maroko secara sukarela lewat pos perbatasan karena kesulitan makanan dan tempat bernaung di Ceuta.

Pemerintah Spanyol menegaskan akan segera memulangkan mereka yang masuk ilegal.

Diketahui, Ceuta adalah wilayah otonomi Spanyol yang berada di Afrika Utara, berbatasan langsung dengan Maroko.  Sekitar 50.000 - 60.000 warga Maroko menyeberang ke Maroko sejak Kamis  (30/7/2026) pagi. (Dicky)

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM