Jakarta || Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan terdapat 65.000 lahan sawah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tertutup lumpur imbas banjir Sumatera.
LUMPUR: Lahan bekas sawah pertanian warga di Desa Tukka, Tapanuli Tengah rusak diterjang banjir dan longsor hingga tertimbun tanah berlumpur, Kamis (4/12/2025). (foto: Kompas.com/Ridho Danu Prasetyo)
Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat lahan sawah menjadi rawan diserobot mafia tanah karena akan menjadi sawah musnah.
"Berarti ada potensi sawah itu musnah. Nah kalau sawah itu musnah, maka pasti dipastikan mau ada pemain-pemain mafia-mafia mengeklaim, kan pasti batas-batasnya juga hilang. Nah ini akan menjadi catatan kita," kata Nusron seperti dikutip dari Kompas.com di Jakarta Pusat, Senin (08/12/2025).
Menurutnya, apabila lahan sawah tersebut sudah disertifikatkan, maka potensi penyerobotan oleh mafia tanah menjadi lebih kecil.
"Kalau kebetulan mereka sudah disertifikatkan, aman, karena masih ada tapal batasnya di data spasial kita. Tapi yang belum didaftarkan ini yang agak repot," ujarnya.
Selain itu, Nusron juga menegaskan perlunya dilakukan revisi penataan ruang di Pulau Sumatera, imbas banjir yang telah menelan hampir ribuan korban jiwa tersebut, menurut data per 8 Desember 2025.
"Keputusan yang lebih baik itu apa? Revisi tata ruang, supaya kejadian yang sama tidak berulang," ujar Nusron.
Jelasnya, wilayah Sumatera sudah kehilangan daerah resapan air, sehingga air tidak bisa terserap ke tanah dan akhirnya mengisi ruang-ruang yang ada, yakni permukiman.
Karena penyangga serapannya dulunya adalah tumbuh-tumbuhan, pohon-pohon, pohonnya hilang. Terus gimana caranya supaya enggak ini? Ya kembalikan, yang dulunya itu ruang untuk pohon, yang sekarang diganti menjadi ruang untuk lainnya, kembalikan ruang itu untuk pohon," ucap Nusron.
Nusron juga siap melaksanakan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan kelapa sawit untuk lahan pembangunan hunian korban terdampak banjir Sumatera.(kom/fan)
Social Header