Sumut || Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) telah menangani 1.890 korban luka ringan dan 94 korban luka berat di daerah terdampak seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Langkat.
Data sementara menunjukkan, sebanyak 41.950 warga mengungsi, 167 orang masih hilang, dan 313 orang meninggal dunia akibat bencana yang melanda Sumut dalam sepekan terakhir.
Beberapa di antaranya bahkan tak dapat beroperasi karena terendam hingga mencapai pinggang orang dewasa.
“Oleh karena itu untuk menjangkau wilayah terisolir, Pemprov Sumut mendapat bantuan dari relawan berbagai provinsi, komunitas, serta organisasi masyarakat. Kami mengarahkan seluruh relawan agar berkoordinasi dengan dinkes kabupaten,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rizal Lubis, Sabtu (6/12/2025).
Di Kabupaten Langkat, Dinkes Sumut menurunkan tim medis lengkap dan melakukan rotasi petugas antar kecamatan agar pelayanan kesehatan tetap maksimal. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan kolaborasi pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, dan berbagai pihak dalam penanganan bencana.
“Pada fase pasca bencana akan muncul berbagai permasalahan kesehatan. Oleh karena itu, upaya pencegahan sangat penting agar penyakit dapat kita tangani sedini mungkin,” jelas Hamid.
Menurut Hamid, sejumlah penyakit yang berpotensi menjangkiti warga pascabencana seperti gangguan kulit, diare, ISPA, dan demam. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera menginventarisasi kebutuhan obat-obatan dan bahan medis habis pakai.
“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kami berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Kami juga meminta dinkes kabupaten/kota mendata sarana dan prasarana kesehatan yang terdampak untuk kami kompilasikan dan laporkan ke pusat,” jelasnya.
Hamid berharap, seluruh upaya sektor ini dapat memastikan pelayanan kesehatan bagi korban bencana di Sumut berlangsung optimal hingga kondisi masyarakat kembali pulih.(fan)
Social Header