MEDAN || Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan dukungan penuh terhadap transformasi Gerakan Pramuka agar semakin relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan tradisional, tetapi harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pembentukan karakter.
Dukungan tersebut disampaikan Bobby yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Sumut saat menerima jajaran pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Rabu (24/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Bobby mengapresiasi langkah Kwarda Sumut yang mulai menggabungkan konsep kepramukaan dengan pemanfaatan teknologi. Ia menilai inovasi tersebut menjadi salah satu cara penting untuk menjaga agar generasi muda tetap tertarik mengikuti kegiatan Pramuka.
“Kita melihat kegiatan Pramuka yang dilakukan Kwarda Sumut mampu menggabungkan teknologi dengan prinsip-prinsip dasar Pramuka. Ini penting agar anak-anak tetap hidup dengan nilai-nilai kepramukaan, namun tidak merasa kembali ke masa lalu,” ujar Bobby.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pola pikir generasi muda ikut berubah. Karena itu, organisasi kepemudaan seperti Pramuka harus mampu menghadirkan pendekatan baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Bobby menilai selama ini masih ada anggapan bahwa Pramuka hanya berkaitan dengan kegiatan alam terbuka atau profesi tertentu. Padahal, banyak nilai dan keterampilan yang bisa menjadi bekal penting bagi kehidupan.
“Kita melihat minat generasi muda untuk mengikuti Gerakan Pramuka semakin menurun. Banyak yang menganggap ikut Pramuka hanya cocok bagi mereka yang ingin menjadi anggota Mapala atau kuliah di Fakultas Kehutanan. Padahal, dari Pramuka ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh,” katanya.
Ia menjelaskan, berbagai kemampuan yang dilatih dalam Pramuka seperti kepemimpinan, kerja sama tim, kedisiplinan, kemampuan menyelesaikan masalah, hingga kepedulian sosial memiliki manfaat besar, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
Bobby juga menyoroti pentingnya mengemas kegiatan Pramuka dengan konsep yang lebih menarik. Menurutnya, generasi muda saat ini membutuhkan ruang pembelajaran yang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung.
“Pramuka mengajarkan banyak hal yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas. Mulai dari kemandirian, tanggung jawab, sampai bagaimana bekerja bersama dengan orang lain,” ungkapnya.
Salah satu bentuk inovasi tersebut akan terlihat dalam pelaksanaan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumut Tahun 2026 yang digelar pada 8–12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit.
Kegiatan tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 5.575 peserta dan pengunjung dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Jambore ini akan menghadirkan konsep modern dengan memadukan kegiatan kepramukaan, teknologi, keterampilan, serta edukasi sosial.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sumut Dikky Anugerah Panjaitan mengatakan, Jamda XI tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya anggota Pramuka, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
“Hingga saat ini antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat sekitar 5.575 peserta dan pengunjung akan terlibat dalam euforia Jambore Daerah yang berlangsung di kawasan wisata perkemahan Sibolangit,” kata Dikky.
Dalam pelaksanaannya, Jamda XI Sumut akan dikemas melalui enam zona utama, yakni Zona Integritas, Zona Teknologi, Zona Outdoor Activity, Zona Keterampilan, Zona Permainan, dan Zona Penanggulangan Bencana.
Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkemah, tetapi juga pembelajaran mengenai karakter, keterampilan hidup, ketahanan pangan, pemanfaatan teknologi, hingga kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Bobby berharap pelaksanaan Jamda XI dapat menjadi momentum kebangkitan Gerakan Pramuka di Sumatera Utara. Ia ingin Pramuka menjadi ruang pembentukan generasi muda yang memiliki karakter kuat, mampu beradaptasi dengan teknologi, serta tetap memegang nilai kebangsaan.
“Jambore ini diharapkan menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda yang berintegritas, terampil, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki kepedulian sosial dan semangat kebangsaan yang kuat,” tegas Bobby.

Social Header