Teks foto: Oleksandr Usyk dan koleksi sabuk juara miliknya. (Foto: Instagram/usyka)
|| Dunia tinju kembali dikejutkan oleh keputusan besar Oleksandr Usyk. Juara dunia kelas berat tak terbantahkan asal Ukraina itu mengumumkan bahwa dirinya melepas seluruh sabuk juara dunia yang selama ini berada dalam genggamannya.
Namun, keputusan tersebut bukan berarti Usyk langsung meninggalkan dunia tinju. Sang juara menegaskan dirinya masih memiliki satu pertarungan terakhir yang ia sebut sebagai “Tarian Terakhir” (Last Dance) sebelum kemungkinan mengakhiri kariernya.
Melalui sebuah video berdurasi sekitar 32 detik yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Jumat (26/6/2026), Usyk menyampaikan pesan kepada penggemar dan komunitas tinju dunia. Pengumuman tersebut sempat membuat banyak orang mengira bahwa petinju berusia 39 tahun itu akan pensiun.
“Halo semuanya. Hari ini adalah hari Jumat, cuacanya bagus, dan ini adalah hari yang baik untuk mengatakan bahwa saya ingin meninggalkan semua sabuk saya yang saat ini saya miliki, agar para petarung yang sedang menunggu giliran bisa bertanding memperebutkannya," ujar petinju 39 tahun itu.
Usyk menjelaskan bahwa keputusan melepas sabuk dilakukan agar petinju lain yang sudah berada dalam antrean perebutan gelar dunia mendapatkan kesempatan untuk bertarung.
Namun, kalimat berikutnya langsung menarik perhatian dunia tinju.
“Teman-teman, saya meninggalkan sabuk-sabuk saya, tetapi saya tidak meninggalkan olahraga ini, karena saya masih memiliki Tarian Terakhir," ucap Usyk.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Usyk belum ingin mengakhiri kariernya saat ini. Ia masih memiliki satu laga terakhir yang ingin dijalani sebelum benar-benar menutup perjalanan panjangnya di dunia tinju.
Usyk juga memberikan penghormatan kepada seluruh organisasi tinju yang telah menjadi bagian dari kariernya.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang dengan penuh rasa hormat kepada semua organisasi. Saya ingin berterima kasih kepada semuanya dan masih banyak hal yang ingin saya sampaikan. Terima kasih Tuhan untuk segalanya," katanya lagi.
Keputusan Usyk membuat persaingan kelas berat dunia berubah besar. Sabuk-sabuk bergengsi yang sebelumnya ia kuasai kini terbuka untuk diperebutkan oleh para petinju lain.
Warisan Besar Usyk Sebelum Pertarungan Terakhir
Usyk meninggalkan era kejayaannya sebagai salah satu petinju terbesar generasi modern. Ia memiliki rekor profesional sempurna dengan 25 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 16 kemenangan melalui KO/TKO.
Petinju Ukraina tersebut mencetak sejarah sebagai juara dunia tak terbantahkan di dua divisi berbeda.
Usyk lebih dulu menjadi juara tak terbantahkan kelas cruiserweight sebelum naik ke kelas berat dan mengalahkan nama-nama besar seperti Anthony Joshua serta Tyson Fury.
Kemenangan atas Tyson Fury pada 2024 menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya. Saat itu Usyk berhasil menyatukan gelar kelas berat dunia dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu petinju terbaik dalam sejarah modern.
Kini pertanyaan terbesar dunia tinju adalah: siapa lawan terakhir Oleksandr Usyk dalam “Tarian Terakhir”? Apakah ia akan mencari pertarungan besar terakhir melawan rival terkenal? Apakah akan ada laga ulang menghadapi lawan lama? Atau ia memilih pertarungan perpisahan yang sempurna untuk menutup karier?
Sumber: Sky Sports, Reuters.

Social Header