Breaking News

Final Piala Dunia 2026: Messi Incar Sejarah, Spanyol Bidik Gelar Kedua

 

spanyol argentina final
Teks foto: Lionel Messi dan Lamine Yamal akan beradu kreativitas pada laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina. (Foto: Instagram/afaselecion, sefutbol)


NEW JERSEY || Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan terbesar sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Minggu (20/7/2026) waktu Indonesia Barat. Laga ini bukan sekadar perebutan trofi paling bergengsi di dunia, tetapi juga bentrokan dua filosofi sepak bola yang sama-sama sedang berada di puncak performa. 

Argentina datang dengan status juara bertahan sekaligus memburu sejarah sebagai tim pertama sejak Brasil (1958 dan 1962) yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia. Di sisi lain, Spanyol mengincar gelar dunia keduanya setelah sukses menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan.

La Roja, julukan timnas Spanyol, tampil luar biasa sepanjang turnamen. Pasukan Luis de la Fuente belum sekali pun menelan kekalahan dan hanya kebobolan satu gol hingga mencapai partai puncak.

Perjalanan mereka dimulai dengan hasil imbang 0-0 melawan Cape Verde, kemudian menghancurkan Arab Saudi 4-0 dan menundukkan Uruguay 1-0 di fase grup. Pada fase gugur, Spanyol mengalahkan Austria 3-0, menyingkirkan Portugal 1-0, mengatasi Belgia 2-1 di perempat final, lalu menumbangkan Prancis 2-0 pada semifinal.

Total, Spanyol mencetak 13 gol dan hanya kebobolan sekali dalam tujuh pertandingan, menjadikan mereka tim dengan pertahanan terbaik sepanjang turnamen. 

Argentina juga tampil impresif meski harus bekerja lebih keras di fase gugur. Lionel Scaloni membawa Albiceleste melewati fase grup dengan kemenangan atas Aljazair (1-0), Austria (1-0), dan Yordania (2-0). Memasuki babak gugur, Argentina menyingkirkan Cape Verde 3-2, mengalahkan Mesir 3-2, menundukkan Swiss 3-1 di perempat final, lalu mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal. Sampai final, Argentina telah mencetak 15 gol dan kebobolan lima kali. 

Partai final juga menghadirkan duel lintas generasi. Lionel Messi berpeluang menjalani pertandingan terakhirnya di Piala Dunia bersama Argentina, sementara Lamine Yamal berusaha membawa Spanyol meraih gelar dunia kedua sekaligus menegaskan dirinya sebagai bintang masa depan sepak bola dunia.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan timnya menaruh respek tinggi kepada Lionel Messi.

"Kami akan memberikan perhatian khusus kepada Messi, tetapi Argentina bukan hanya Messi. Mereka memiliki banyak pemain hebat dan merupakan tim yang sangat komplet." 

Menjelang laga bersejarah tersebut, De la Fuente juga menunjukkan ketenangannya.

"Satu-satunya hal yang membuat saya gugup sebelum final hanyalah perjalanan dengan helikopter," ungkapnya.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengaku sangat menghormati kualitas Spanyol dan hubungan pribadinya dengan Luis de la Fuente.

"Saya tinggal di Spanyol dan keluarga saya juga tinggal di sana. Saya sangat menghormati Luis de la Fuente dan pekerjaan luar biasa yang telah ia lakukan bersama tim ini," ujarnya.

Scaloni juga menegaskan bahwa Spanyol merupakan lawan yang sangat komplet.

"Segala hal tentang Spanyol membuat kami harus waspada. Mereka adalah tim yang sangat bagus," ucapnya.

Pertandingan diperkirakan berlangsung sangat ketat. Spanyol mengandalkan penguasaan bola, organisasi permainan, dan disiplin bertahan, sedangkan Argentina mengusung karakter pantang menyerah, pengalaman bertanding, serta efektivitas serangan balik.

Laga ini juga mempertemukan dua pelatih yang memiliki hubungan dekat. Scaloni dan De la Fuente pernah mengikuti kursus kepelatihan bersama pada 2017 dan kini dipertemukan di panggung terbesar sepak bola dunia.

Sumber: AP News, The New Indian Express, Reuters, FIFA

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM