MEDAN || Gempa bumi yang mengguncang wilayah Aceh pada Rabu (22/7/2026) siang turut dirasakan oleh warga di Kota Medan dan sejumlah daerah di Sumatera Utara. Getaran yang berlangsung beberapa detik membuat sebagian warga panik dan memilih keluar dari rumah maupun gedung perkantoran.
Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11.18.23 WIB dengan magnitudo 5,6. Episentrum berada di 41 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada koordinat 4,25 Lintang Utara dan 97,62 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," demikian imbauan BMKG melalui informasi resminya.
Getaran Terasa di Medan
Di Kota Medan, getaran dirasakan di sejumlah kawasan, terutama oleh warga yang berada di dalam bangunan bertingkat. Beberapa pekerja perkantoran mengaku sempat menghentikan aktivitas dan keluar menuju area terbuka sebagai langkah antisipasi.
Seorang warga Medan, Siti (34), mengaku awalnya mengira dirinya mengalami pusing sebelum menyadari gempa saat berada di dalam rumah.
"Awalnya saya kira hanya pusing, ternyata meja dan kursi ikut bergoyang, saya langsung keluar rumah," ujarnya.
Pengakuan serupa disampaikan Abdi, warga Pasar 3 Tembung,
"Getarannya enggak sampai satu menit, cuma beberapa detik. Pertama lumayan terasa, susulannya lebih kecil. Aku langsung keluar rumah khawatir ada gempa susulan," katanya.
Gempa Dangkal Akibat Aktivitas Sesar
BMKG menjelaskan gempa berkedalaman 10 kilometer tersebut tergolong gempa dangkal yang umum terjadi akibat aktivitas sesar aktif di wilayah Aceh. Hingga laporan ini ditulis, belum ada informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak perlu panik. BMKG meminta warga mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG dan instansi terkait agar terhindar dari hoaks.
Sumber: BMKG

Social Header