Teks foto: Australia menjadi satu-satunya wakil Asia-Oseania tersisa di Piala Dunia 2026 setelah Jepang disingkirkan Brasil. (Foto: Instagram/socceroos diedit)HOUSTON || Kekalahan dramatis Jepang dari Brasil membuat peta persaingan wakil Asia-Oseania di Piala Dunia 2026 berubah. Setelah perjuangan Samurai Biru berakhir di babak 32 besar, kini hanya Australia yang tersisa sebagai wakil kawasan tersebut untuk menjaga mimpi melangkah jauh di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Jepang sebenarnya tampil menjanjikan ketika menghadapi Brasil di Houston, Selasa (30/6/2026) dini hari. Samurai Biru sempat unggul lebih dulu melalui gol Kaishu Sano pada menit ke-29 setelah memanfaatkan kesalahan permainan Brasil. Pertahanan disiplin Jepang membuat tim asuhan Carlo Ancelotti kesulitan sepanjang babak pertama.
Namun pengalaman Brasil berbicara pada fase krusial. Casemiro menyamakan kedudukan pada menit ke-56 melalui sundulan, sebelum Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu untuk memastikan Brasil menang 2-1 dan melaju ke babak berikutnya.
Bagi Jepang, hasil tersebut menjadi akhir perjalanan yang penuh kebanggaan. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu kandidat juara dunia, bahkan sempat berada di atas angin sebelum kualitas individu Brasil mengubah jalannya pertandingan.
Australia Kini Memikul Harapan Asia-Oseania
Tersingkirnya Jepang membuat perhatian kawasan Asia-Oseania kini tertuju kepada Australia. Socceroos menjadi satu-satunya tim dari kawasan ini yang masih bertahan dan akan menghadapi Mesir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Di Piala Dunia 2026, wakil Benua Asia-Oseania sebenarnya cukup banyak. Jepang, Australia, Korea Selatan, Iran, Uzbekistan, Yordania, Arab Saudi dan Qatar. Selandia Baru menemani Australia dari Oseania. Namun, hanya Jepang dan Australia yang lolos ke babak 32 besar, selebihnya harus angkat koper lebih cepat dari panggung sepakbola dunia.
Australia dijadwalkan menghadapi Mesir pada Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 01.00 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan besar bagi Australia untuk melanjutkan sejarah mereka sekaligus membuktikan kekuatan sepak bola Asia-Oseania di panggung sepakbola dunia edisi ke 23 ini.
Laga melawan Mesir diprediksi berlangsung ketat. Australia dikenal memiliki kekuatan fisik, organisasi pertahanan yang kuat, serta pengalaman tampil di Piala Dunia. Sementara Mesir datang dengan karakter permainan yang mengandalkan kreativitas dan mental bertanding tinggi.
Misi Australia: Tak Ingin Ikuti Nasib Jepang
Australia kini membawa beban sekaligus peluang besar. Jika berhasil mengalahkan Mesir, mereka tidak hanya melaju ke fase berikutnya, tetapi juga menjadi simbol terakhir perjuangan Asia-Oseania di Piala Dunia 2026.
Jepang sudah menunjukkan bahwa wakil Asia mampu memberikan ancaman kepada raksasa dunia. Australia kini mendapat tugas untuk melanjutkan cerita tersebut.
Brasil sudah menghentikan langkah Jepang dengan comeback dramatis. Kini pertanyaan berikutnya: apakah Australia mampu menjaga harapan Asia-Oseania tetap hidup, atau Mesir yang akan menjadi tim berikutnya yang melangkah jauh di Piala Dunia 2026? ([Reuters][2])
The Guardian, Reuters, FIFA
Social Header