Breaking News

BMKG: Cuaca Ekstrem di Sumut Berpotensi Berlangsung hingga 20 Juli, Siang Terik Sore-Malam Diguyur Hujan

Ilustrasi cuaca panas (foto: ist) 

Medan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatera Utara agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga 20 Juli 2026.

Kondisi cuaca tersebut ditandai dengan suhu udara yang cukup panas pada pagi hingga siang hari, kemudian berpotensi berubah menjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore sampai malam hari. Hujan juga dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah.

Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, mengatakan kondisi cuaca selama sepekan ke depan dipengaruhi oleh pemanasan yang cukup signifikan pada siang hari.

"Sepekan ke depan mulai tanggal 13 hingga 20 Juli 2026, kondisi cuaca pagi hingga siang hari di Sumatera Utara diperkirakan cerah hingga cerah berawan yang mengakibatkan peningkatan suhu udara dan pemanasan cukup signifikan," ujar Martha.

Ia menjelaskan, pemanasan tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif secara cepat yang kemudian meningkatkan peluang terjadinya hujan pada sore hingga malam hari.

Menurut Martha, fenomena ini diperkuat oleh aktifnya gelombang atmosfer, adanya belokan arah angin di sekitar Samudra Hindia bagian barat Sumatra, serta suhu muka laut yang masih hangat sehingga memasok uap air dalam jumlah besar ke atmosfer.

"Secara umum cuaca di wilayah Sumatera Utara berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, terutama pada sore hingga malam hari," katanya.

BMKG mencatat sejumlah daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Batu Bara, Asahan, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Toba, dan Samosir.

Selain itu, potensi hujan juga diperkirakan terjadi di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Kota Gunungsitoli, Kota Binjai, Kota Medan, hingga Pematangsiantar.

BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, genangan air, tanah longsor di wilayah perbukitan, serta pohon tumbang akibat angin kencang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan dapat mengambil langkah antisipasi agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar. Selalu merujuk kepada informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi," pungkas Martha.


Sumber: Tribun Medan

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM