![]() |
| Rumah Sakit Umum Haji Medan. (Foto : rri.co.id) |
LPC-ONLINE.COM - Transformasi Rumah Sakit Umum Haji Medan berbuah manis. Sejak menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pendapatan rumah sakit milik Pemprov Sumut ini meroket hampir 3 kali lipat dalam 4 tahun.
Wakil Direktur Keuangan RSU Haji Medan, Fakhrial Mirwan Hasibuan mengungkapkan, pada 2022 pendapatan masih di Rp74 miliar, naik jadi Rp93 miliar (2023), melonjak ke Rp132 miliar (2024), dan Rp176 miliar (2025). Tahun ini targetnya Rp203 miliar.
"Artinya pendapatan RS Haji Medan tumbuh cukup baik. Kami menargetkan pada tahun 2026 ini pendapatan bisa mencapai Rp203 miliar," ujar Fakhrial, Selasa (15/7/2026).
Hingga Juni 2026 saja, sudah terkumpul Rp114 miliar atau 56% dari target tahunan.
Yang lebih penting, RS Haji kini tak lagi jadi beban APBD. Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM Ridesman Nasution menyebut, dulu 60-70% APBD habis untuk operasional rumah sakit. Kini hanya 20% dan itu pun untuk investasi.
"Dengan fleksibilitasnya, APBD murni untuk RS Haji itu jauh berubah. Yang semula harus dibiayai semuanya, sekarang paling sekitar 20 % saja. Dulu, 60 sampai 70 % APBD digunakan untuk mengoperasionalkan RS ini. Sekarang 20 % itu pun dialokasikan untuk belanja investasi," jelas Ridesman.
Dukungan APBD yang difokuskan untuk renovasi gedung dan sarana justru menciptakan sumber pendapatan baru, membuat RS semakin mandiri. (Dicky)

Social Header