LOS ANGELES ||Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan timnya siap menghadapi tantangan terbesar di Piala Dunia 2026. Setelah menyingkirkan Belgia 2-1 pada perempat final di SoFi Stadium, Los Angeles, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB, La Roja kini mengalihkan fokus sepenuhnya ke laga semifinal melawan Prancis.
Kemenangan atas Belgia menjadi bukti kekuatan karakter Spanyol. Sempat unggul lewat Fabián Ruiz, La Roja harus bekerja keras setelah Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan. Namun, gol Mikel Merino di penghujung laga memastikan langkah Spanyol menuju empat besar.
Meski menyadari kualitas yang dimiliki Prancis, De la Fuente menegaskan anak asuhnya tidak datang sebagai tim yang inferior. Ia percaya Spanyol memiliki kemampuan untuk bersaing dan memenangkan pertandingan.
"Prancis memiliki potensi yang luar biasa, tetapi kami juga demikian. Kami sangat menghormati mereka, namun kami datang dengan keyakinan tinggi," kata De la Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih berusia 65 tahun itu menyebut duel melawan Les Bleus akan mempertemukan dua kekuatan terbesar sepak bola dunia saat ini. Karena itu, ia meminta para pemain menikmati momen tersebut sekaligus tampil tanpa rasa takut.
"Ini akan menjadi pertarungan dua raksasa. Kami sangat antusias menghadapi pertandingan sebesar ini," ujarnya.
Kepercayaan diri De la Fuente bukan tanpa alasan. Spanyol tampil konsisten sepanjang turnamen dengan permainan kolektif yang solid serta kedalaman skuad yang membuatnya leluasa melakukan rotasi tanpa mengurangi kualitas permainan.
Saat menghadapi Belgia, keputusan memasukkan Mikel Merino kembali menjadi pembeda. Gelandang Arsenal itu hanya membutuhkan dua menit di lapangan untuk mencetak gol kemenangan, melanjutkan statusnya sebagai supersub setelah juga menjadi penentu saat mengalahkan Portugal di babak 16 besar.
De la Fuente menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh pemain yang selalu siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan.
"Kami memiliki tim yang luar biasa. Bukan hanya sebelas pemain utama, tetapi seluruh skuad. Mereka semua profesional dan siap membantu kapan pun dibutuhkan," ungkapnya.
Ia juga memuji sikap para pemain yang tetap mengutamakan kepentingan tim meski tidak selalu menjadi starter.
"Ini menunjukkan kualitas para pemain kami. Mereka memahami perannya dengan sempurna. Tidak mudah meninggalkan pemain hebat di bangku cadangan, tetapi semua menerima keputusan demi kepentingan tim," katanya.
Menurut De la Fuente, fondasi utama keberhasilan Spanyol bukan hanya kualitas teknis, tetapi juga kebersamaan yang terbangun di ruang ganti sejak lama.
"Yang membuat saya paling bangga adalah rasa saling menghormati di dalam tim ini. Tidak ada ego yang lebih besar daripada kepentingan tim," tegasnya.
Menghadapi Prancis yang juga tampil impresif setelah menyingkirkan Maroko, De la Fuente memastikan Spanyol tidak akan mengubah ambisinya. Ia percaya timnya memiliki peluang yang sama besar untuk mencapai partai final.
"Sangat masuk akal jika kami percaya bisa mengalahkan Prancis. Kami datang ke sini untuk terus melangkah dan berjuang meraih gelar juara dunia," ujar pelatih yang sukses membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 tersebut.
Semifinal nanti diperkirakan berlangsung sengit. Prancis mengandalkan pengalaman serta deretan pemain kelas dunia, sementara Spanyol datang dengan kepercayaan diri tinggi, permainan kolektif yang matang, dan kedalaman skuad yang terbukti menjadi senjata utama sepanjang Piala Dunia 2026.
Bagi De la Fuente, rasa hormat kepada lawan tetap penting. Namun, ia menegaskan Spanyol tidak akan mengorbankan keyakinan mereka untuk mengejar satu tiket menuju final dan menjaga asa meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.
Sumber: Reuters, The Guardian, Al Jazeera

Social Header