MANCHESTER || Manchester City bergerak cepat dalam perburuan salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa. Juara Premier League itu dilaporkan menjadi klub yang paling agresif untuk mendapatkan tanda tangan gelandang Lille, Ayyoub Bouaddi, setelah penampilan gemilangnya bersama Maroko di Piala Dunia 2026.
Menurut laporan jurnalis senior The Athletic, David Ornstein, Selasa (14/7/2026) waktu setempat, Manchester City kini memimpin perburuan Bouaddi. Klub asal Etihad Stadium itu bahkan memiliki rencana berbeda dibandingkan para pesaingnya. Jika klub-klub lain bersedia membiarkan sang pemain bertahan di Lille selama satu musim lagi demi melanjutkan proses perkembangannya, City justru ingin Bouaddi langsung bergabung dengan skuad utama Enzo Maresca musim ini.
City Ingin Bouaddi Langsung Masuk Tim Utama
Keinginan Manchester City menunjukkan betapa tingginya keyakinan mereka terhadap kualitas Ayyoub Bouaddi. Meski baru berusia 18 tahun, gelandang bertahan itu dinilai sudah memiliki kematangan bermain yang cukup untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Inggris.
David Ornstein mengungkapkan bahwa City terus mendorong proses negosiasi agar transfer dapat segera diselesaikan. Langkah tersebut berbeda dengan pendekatan sejumlah klub elite Eropa yang lebih memilih membiarkan Bouaddi tetap bermain reguler bersama Lille sebelum membawanya ke klub baru.
Penampilan Cemerlang di Piala Dunia
Nama Bouaddi melambung selama Piala Dunia 2026. Bersama Maroko, ia tampil dewasa meski menjadi salah satu pemain termuda di turnamen.
Gelandang kelahiran Senlis, Prancis, itu dipercaya sebagai starter dalam lima pertandingan Maroko dan menjadi salah satu motor permainan Atlas Lions hingga melaju ke babak gugur. Kemampuannya mengontrol tempo permainan, membaca situasi, serta ketenangan saat menguasai bola membuat banyak pencari bakat terkesan.
Sebelum tampil di Piala Dunia, Bouaddi sudah dikenal sebagai salah satu lulusan akademi terbaik Lille. Ia menjalani debut profesional pada usia 16 tahun dan kemudian menjadi pemain termuda klub yang tampil di kompetisi Eropa.
Lille Pasang Harga Fantastis
Lille tidak berniat melepas aset berharganya dengan harga murah. Klub Ligue 1 tersebut dikabarkan memasang banderol sekitar 100 juta euro atau setara hampir Rp1,9 triliun.
Nominal tersebut membuat beberapa klub memilih berhati-hati dalam menyusun strategi transfer. Namun Manchester City diyakini lebih siap memenuhi tuntutan Lille dibandingkan para pesaingnya.
Selain City, Arsenal, Liverpool, Manchester United, Chelsea, Bayern Munchen hingga Real Madrid juga terus memantau perkembangan Bouaddi. Beberapa di antaranya bahkan bersedia membeli sang pemain dengan syarat ia tetap dipinjamkan ke Lille selama semusim.
Keputusan Segera Diambil
Laporan menyebutkan Bouaddi diperkirakan segera menentukan masa depannya setelah menerima sejumlah proposal dari klub-klub peminat.
Manchester City berharap pendekatan mereka yang menawarkan kesempatan langsung bermain bersama tim utama menjadi faktor pembeda dalam persaingan mendapatkan tanda tangan gelandang internasional Maroko tersebut.
Komentar Langsung David Ornstein
Jurnalis The Athletic, David Ornstein, mengungkapkan keseriusan Manchester City dalam mengejar Bouaddi.
"Manchester City are pushing hard to sign Ayyoub Bouaddi," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sementara beberapa klub siap membiarkan Bouaddi melanjutkan perkembangannya di Lille selama semusim, Manchester City ingin sang pemain langsung bergabung dengan skuad utama Enzo Maresca.
Investasi Jangka Panjang
Bagi Manchester City, perekrutan Bouaddi bukan sekadar menambah kedalaman skuad. Klub melihatnya sebagai investasi jangka panjang di lini tengah, mengingat usianya yang masih 18 tahun tetapi sudah mampu tampil konsisten di Ligue 1 maupun Piala Dunia.
Kini keputusan ada di tangan Bouaddi. Ia harus menentukan apakah akan menerima tantangan besar dengan langsung bermain di Premier League bersama Manchester City atau memilih jalur yang lebih aman dengan bertahan satu musim lagi di Lille untuk terus mengasah kemampuannya sebelum melangkah ke panggung yang lebih besar.
Sumber: The Guardian, Ligue 1, FourFourTwo

Social Header