MIAMI || Norwegia akan menghadapi Inggris pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (12/7) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling dinantikan karena mempertemukan dua penyerang paling produktif di Eropa, Erling Haaland dan Harry Kane, dalam pertarungan memperebutkan satu tempat di semifinal.
Bagi Norwegia, ini merupakan pencapaian bersejarah. Tim asuhan Ståle Solbakken untuk pertama kalinya melangkah hingga babak perempat final Piala Dunia setelah menyingkirkan Brasil dengan kemenangan 2-1 berkat dua gol Haaland. Sebaliknya, Inggris kembali menunjukkan konsistensinya dengan mencapai perempat final untuk ketiga edisi Piala Dunia secara beruntun setelah mengalahkan tuan rumah Meksiko 3-2.
Inggris tetap datang dengan status favorit berkat kedalaman skuad dan pengalaman bermain di laga-laga besar. Namun, Norwegia telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar kejutan turnamen. Kemenangan atas Brasil menjadi bukti bahwa Martin Ødegaard, Haaland, Alexander Sørloth, dan Antonio Nusa mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Pelatih Norwegia, Ståle Solbakken, menegaskan timnya kini sudah tidak lagi terbebani oleh atmosfer Piala Dunia. Menurutnya, para pemain telah belajar banyak sejak pertandingan pertama turnamen.
"Kami sudah melewati fase merasa gugup di Piala Dunia. Sekarang kami hanya ingin memainkan sepak bola kami sendiri," kata Solbakken.
Ia menambahkan bahwa Norwegia memiliki keyakinan penuh menghadapi Inggris.
"Jika kami bermain pada level terbaik kami, kami percaya bisa mengalahkan Inggris. Kami menghormati mereka, tetapi kami tidak datang ke sini hanya untuk bertahan," ujar Solbakken.
Meski optimistis, Solbakken juga mengakui kualitas lawannya.
"Inggris memiliki lini tengah yang luar biasa, banyak pemain kreatif, dan salah satu penyerang terbaik dunia. Tantangannya sangat besar," kata dia.
Di kubu Inggris, pelatih Thomas Tuchel meminta anak asuhnya bermain tanpa rasa takut menghadapi tim yang tengah menikmati momentum besar.
"Kami harus berani. Ini pertandingan perempat final Piala Dunia dan kami harus bermain dengan keberanian serta keyakinan penuh," ujar Tuchel dalam konferensi pers jelang laga.
Pelatih asal Jerman itu juga mengingatkan agar kemenangan dramatis atas Meksiko tidak membuat timnya terlena.
"Kami harus meninggalkan pertandingan sebelumnya di belakang. Fokus kami sekarang hanya pada Norwegia," ucapnya.
Tuchel diperkirakan kembali mengandalkan Harry Kane sebagai ujung tombak, dengan Jude Bellingham menjadi motor permainan dari lini kedua. Sementara Bukayo Saka, Anthony Gordon, Marcus Rashford, dan Noni Madueke masih bersaing memperebutkan dua posisi di sektor sayap.
Pertarungan di sisi lapangan diprediksi menjadi salah satu faktor penentu hasil pertandingan. Inggris beberapa kali melakukan rotasi pemain sayap sepanjang turnamen, sedangkan Norwegia lebih konsisten mengandalkan Antonio Nusa dan Sørloth sejak menit awal, dengan Oscar Bobb maupun Andreas Schjelderup menjadi senjata dari bangku cadangan.
Fokus utama tentu tertuju pada duel Erling Haaland melawan lini belakang Inggris. Penyerang Manchester City itu sudah mengoleksi tujuh gol sepanjang turnamen dan menjadi kandidat kuat peraih Sepatu Emas. Produktivitasnya menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan The Three Lions.
Di sisi lain, Harry Kane tetap menjadi tumpuan Inggris. Pengalamannya di pertandingan besar serta dukungan kreativitas Jude Bellingham membuat lini depan Inggris tetap sangat berbahaya meski menghadapi pertahanan Norwegia yang tampil disiplin sepanjang turnamen.
Inggris juga mendapat kabar positif setelah Marc Guéhi, Declan Rice, dan Reece James kembali berlatih bersama tim. Namun, mereka dipastikan kehilangan Jarell Quansah yang menjalani hukuman larangan bermain.
Laga ini diperkirakan berlangsung terbuka. Inggris memiliki pengalaman dan kualitas individu yang lebih merata, sedangkan Norwegia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menorehkan sejarah baru. Bila Haaland mampu memanfaatkan sedikit saja ruang yang tersedia, Norwegia berpeluang menciptakan kejutan berikutnya. Sebaliknya, apabila Kane dan Bellingham mampu mengendalikan ritme pertandingan, Inggris berpeluang melanjutkan langkah menuju semifinal Piala Dunia 2026.
Sumber: Reuters, Talksport

Social Header