Breaking News

Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina, Duel Dua Raksasa Sarat Sejarah dan Rivalitas

inggris argentina
Teks foto: Bellingham dan Messi akan menjadi pusat perhatian pada laga Inggris vs Argentina.


ATLANTA
|| Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu laga paling dinantikan publik sepak bola dunia. Inggris akan menghadapi juara bertahan Argentina di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, dalam pertandingan yang bukan sekadar memperebutkan tiket ke final, tetapi juga mempertaruhkan gengsi dari salah satu rivalitas terbesar dalam sejarah sepak bola.

Duel ini menjadi pertemuan pertama kedua negara di Piala Dunia sejak fase grup edisi 2002. Sejak itu, generasi pemain telah berganti, tetapi tensi pertandingan tetap tinggi karena sejarah panjang yang selalu diwarnai drama dan kontroversi.

 Jalan Berliku Menuju Semifinal

Inggris datang ke semifinal dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Thomas Tuchel sukses menyingkirkan Meksiko 3-2 pada babak 16 besar sebelum mengalahkan Norwegia 2-1 di perempat final. Jude Bellingham menjadi motor permainan The Three Lions setelah mencetak dua gol ke gawang Norwegia. 

Sementara itu, Argentina harus bekerja lebih keras. Lionel Messi dan kolega melewati Cape Verde dengan kemenangan 3-2, kemudian mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar, sebelum menyingkirkan Swiss 3-1 setelah perpanjangan waktu di perempat final. Perjalanan tersebut menunjukkan mental juara Albiceleste, tetapi juga memperlihatkan bahwa lini pertahanan mereka beberapa kali kesulitan menghadapi tekanan lawan.

Messi vs Bellingham Jadi Magnet Utama

Semifinal ini juga menjadi panggung duel dua generasi. Lionel Messi masih menjadi pusat permainan Argentina. Di usia 39 tahun, kapten Albiceleste tercatat sebagai salah satu top skor turnamen dengan delapan gol dan terus menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting.

Di kubu Inggris, Jude Bellingham tampil sebagai pemain paling berpengaruh sepanjang turnamen. Gelandang Real Madrid itu menjadi pemimpin baru di lini tengah sekaligus penentu kemenangan pada fase gugur. 

Rekor Pertemuan: Inggris Unggul

Secara keseluruhan, Inggris masih unggul dalam catatan pertemuan resmi. Dari 14 pertandingan, Inggris membukukan: 16 kemenangan, 5 hasil imbang, 2 kemenangan Argentina, 21 gol Inggris, 15 gol Argentina.

Khusus di ajang Piala Dunia, kedua negara telah bertemu lima kali sebelum semifinal 2026.

1962: Inggris 3-1 Argentina

1966: Inggris 1-0 Argentina

1986: Argentina 2-1 Inggris

1998: Imbang 2-2, Argentina menang adu penalti

2002: Inggris 1-0 Argentina

Jika menghitung kemenangan melalui adu penalti sebagai kelolosan di fase gugur, Inggris memenangi tiga pertemuan Piala Dunia, sementara Argentina dua kali keluar sebagai pihak yang melaju.

Rivalitas Sarat Sejarah

Pertemuan Inggris dan Argentina selalu memiliki makna lebih dari sekadar sepak bola. Laga perempat final Piala Dunia 1986 dikenang lewat gol kontroversial Hand of God dan aksi solo luar biasa Diego Maradona. Sebelumnya, perempat final 1966 diwarnai kartu merah Antonio Rattin yang memicu ketegangan besar. Pada 1998, kartu merah David Beckham setelah insiden dengan Diego Simeone menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan timnya tidak ingin larut dalam sejarah rivalitas kedua negara.

"Ini adalah pertandingan sepak bola. Kami menghormati Inggris sebagai tim yang sangat kuat dan hanya fokus pada pertandingan," ucapnya.

Kapten Inggris, Harry Kane, mengingatkan bahwa fokus timnya bukan hanya menghentikan Lionel Messi.

"Kami harus menghadapi Argentina sebagai sebuah tim, bukan hanya Messi," ujarnya.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Inggris memiliki organisasi permainan yang lebih disiplin serta pertahanan yang relatif lebih stabil sepanjang turnamen. Di sisi lain, Argentina menawarkan kreativitas dan pengalaman di laga besar melalui Messi, Julián Álvarez, Lautaro Martínez, serta Alexis Mac Allister.

Jika Inggris mampu membatasi ruang gerak Messi dan memenangi duel lini tengah melalui Bellingham serta Declan Rice, peluang mereka menuju final terbuka lebar. Namun, pengalaman Argentina sebagai juara bertahan membuat laga ini diperkirakan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.

Sumber:  Reuters, Houston Chronicle, Goal, The Irish Sun

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM