ARLINGTON || Dominasi tim nasional Spanyol dalam dua tahun terakhir semakin sulit dibantah. Sejak Lamine Yamal melakoni debut bersama tim senior pada September 2023, La Roja belum sekalipun merasakan kekalahan dalam pertandingan resmi maupun uji coba. Tren impresif itu kembali berlanjut setelah Spanyol menundukkan Prancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia 2026 dan mengamankan tiket ke partai final.
Keberhasilan tersebut bukan sekadar membawa Spanyol selangkah lagi menuju gelar dunia kedua setelah 2010. Tim asuhan Luis de la Fuente juga mencatat salah satu rekor terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa dengan memperpanjang rangkaian pertandingan tanpa kalah menjadi **37 laga beruntun** di semua kompetisi. Catatan itu menyamai rekor Italia dan melampaui torehan 36 pertandingan tak terkalahkan milik Argentina era Lionel Scaloni.
Lamine Yamal Jadi Simbol Kebangkitan La Roja
Sulit memisahkan kebangkitan Spanyol dari sosok Lamine Yamal. Penyerang Barcelona itu menjalani debut senior saat berusia 16 tahun pada laga kualifikasi Euro melawan Georgia pada 8 September 2023. Dalam pertandingan tersebut, ia langsung mencetak gol dan menjadi pemain termuda sekaligus pencetak gol termuda dalam sejarah tim nasional Spanyol.
Sejak momen tersebut, Spanyol berubah menjadi tim yang hampir mustahil dikalahkan. Yamal bukan hanya menghadirkan kreativitas di sisi kanan serangan, tetapi juga memberikan dimensi baru melalui kemampuan menggiring bola, visi permainan, dan keberanian mengambil keputusan di area sepertiga akhir lapangan.
Meski sepanjang Piala Dunia 2026 kontribusinya tidak selalu diukur lewat jumlah gol, pengaruhnya terhadap permainan tetap sangat besar. Gerakannya berkali-kali membuka ruang bagi rekan setim, sementara lawan hampir selalu menempatkan dua pemain untuk mengawalnya.
Statistik Luar Biasa Yamal Bersama Timnas Spanyol
Sejumlah statistik menunjukkan betapa besarnya dampak Yamal terhadap performa La Roja.
Beberapa data yang maacenonjol antara lain:
Spanyol memperpanjang rekor menjadi 37 pertandingan tanpa kekalahan** sejak Maret 2024 setelah mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan-pertandingan besar yang dimulai Yamal di Piala Dunia dan Euro, ia mencatat rekor kemenangan sempurna yang belum pernah dicapai pemain Eropa seusianya.
Yamal juga terus memecahkan berbagai rekor usia, termasuk sebagai salah satu pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia saat membobol gawang Arab Saudi pada fase grup 2026.
Luis de la Fuente Bangun Tim yang Sulit Dikalahkan
Keberhasilan Spanyol tentu tidak hanya bergantung pada Yamal. Luis de la Fuente berhasil membangun keseimbangan permainan yang membuat La Roja tampil efektif di kedua sisi lapangan.
Lini belakang tampil sangat disiplin sepanjang Piala Dunia. Hingga semifinal, Spanyol hanya kebobolan satu gol dan beberapa kali mencatat clean sheet saat menghadapi lawan-lawan kuat seperti Portugal, Belgia, dan Prancis.
Kombinasi Pau CubarsÃ, Robin Le Normand, Marc Cucurella, dan Pedro Porro menghadirkan pertahanan yang solid, sementara lini tengah yang dikomandoi Rodri dan Dani Olmo mampu mengontrol tempo pertandingan hampir di setiap laga.
Rekor yang Masih Bisa Bertambah
Kini Spanyol hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menutup perjalanan luar biasa mereka di Piala Dunia 2026 dengan gelar juara.
Jika berhasil memenangkan final, La Roja bukan hanya akan mengangkat trofi dunia, tetapi juga mencatat sejarah sebagai tim Eropa dengan rangkaian tak terkalahkan terpanjang secara tunggal, melewati rekor yang sebelumnya dipegang Italia.
Di balik semua pencapaian tersebut, nama Lamine Yamal menjadi simbol lahirnya generasi emas baru Spanyol. Dalam usia yang masih sangat muda, ia telah menjadi bagian penting dari salah satu periode paling dominan dalam sejarah sepak bola negaranya.
Sumbe: AP News, The Times of India

Social Header