WASHINGTON || Piala Dunia 2026 menghadirkan sebuah catatan yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen dengan banyak tuan rumah. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang menjadi penyelenggara bersama sama-sama gagal menembus babak perempat final. Amerika Serikat menjadi tuan rumah terakhir yang tersingkir setelah dibantai Belgia 1-4 pada babak 16 besar, menutup perjalanan seluruh negara penyelenggara di turnamen ini.
Ironisnya, kegagalan Amerika Serikat terjadi hanya sehari setelah FIFA menjadi sorotan akibat keputusan kontroversial yang mencabut hukuman larangan bermain penyerang Folarin Balogun. Keputusan tersebut memicu kritik keras dari berbagai pihak karena dianggap memberikan keuntungan kepada tim tuan rumah. Namun, keistimewaan itu tetap tidak mampu menyelamatkan langkah tim asuhan Mauricio Pochettino.
Amerika Tersingkir Meski Diwarnai Kontroversi
Sebelum menghadapi Belgia, Amerika Serikat sempat mendapat angin segar ketika FIFA membatalkan hukuman akumulasi kartu merah Folarin Balogun. Striker andalan USMNT itu sebelumnya dipastikan absen setelah menerima kartu merah pada babak 32 besar.
Komite Disiplin FIFA kemudian memutuskan menangguhkan sanksi tersebut dengan mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Keputusan itu langsung menuai protes dari Federasi Sepak Bola Belgia, UEFA, hingga sejumlah tokoh sepak bola Eropa yang menilai aturan kartu merah seharusnya tetap berlaku otomatis pada pertandingan berikutnya.
Bahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi dirinya meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau kembali insiden kartu merah tersebut. Pengakuan itu semakin memperbesar kontroversi dan memunculkan tudingan adanya campur tangan politik dalam proses disiplin FIFA.
Belgia Tetap Terlalu Tangguh
Di atas lapangan, seluruh kontroversi tersebut akhirnya tidak berarti banyak. Belgia tampil jauh lebih efektif dan menghukum setiap kesalahan lini belakang Amerika Serikat. Charles De Ketelaere menjadi bintang kemenangan dengan dua gol dan satu assist, sementara Romelu Lukaku ikut mencatatkan namanya di papan skor.
Amerika hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Malik Tillman, tetapi rapuhnya pertahanan membuat mereka tak mampu mengimbangi permainan Belgia. Skor 4-1 memastikan langkah tim tuan rumah terhenti di depan puluhan ribu pendukung sendiri di Seattle.
Kanada dan Meksiko Lebih Dulu Gugur
Sebelum Amerika Serikat tersingkir, dua tuan rumah lainnya sudah lebih dahulu mengakhiri perjalanan. Kanada dihentikan Maroko dengan skor telak 0-3 pada babak 16 besar setelah gagal mengatasi permainan agresif wakil Afrika tersebut.
Sementara Meksiko harus mengakui keunggulan Inggris 2-3 dalam pertandingan dramatis yang mengubur harapan El Tri tampil di perempat final di depan publik sendiri. Dengan hasil tersebut, seluruh negara tuan rumah resmi angkat koper sebelum delapan besar.
Rekor Buruk Tuan Rumah
Biasanya, status tuan rumah menjadi keuntungan besar dalam Piala Dunia. Dukungan suporter, adaptasi cuaca, hingga minimnya perjalanan sering menjadi faktor pembeda. Namun, edisi 2026 justru menghadirkan cerita berbeda. Tidak satu pun dari tiga negara penyelenggara mampu memanfaatkan keuntungan tersebut untuk menembus babak perempat final.
Amerika Serikat memang menjadi yang paling jauh melangkah, tetapi akhirnya mengalami kekalahan paling telak di antara para tuan rumah.
Kontroversi Tak Mengubah Akhir Cerita
Keputusan FIFA yang mencabut hukuman Balogun sempat memunculkan anggapan bahwa Amerika Serikat memperoleh perlakuan istimewa sebagai tuan rumah. Kritik datang dari UEFA, Federasi Belgia, hingga sejumlah mantan pejabat FIFA yang menilai keputusan tersebut berpotensi mencederai integritas kompetisi.
Namun hasil pertandingan membuktikan bahwa kontroversi di luar lapangan tidak mampu mengubah kenyataan di atas rumput hijau. Belgia tetap tampil superior dan memastikan tiket ke perempat final dengan kemenangan meyakinkan.
Pada akhirnya, Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam era tiga negara penyelenggara, seluruh tuan rumah gagal mencapai babak perempat final. Amerika Serikat menjadi tim terakhir yang tersingkir, sekaligus menutup perjalanan tuan rumah yang sempat diwarnai kontroversi keputusan disiplin FIFA namun berakhir tanpa hasil yang diharapkan.
Sumber: Reuters, AP News, The Guardian

Social Header