MEDAN || Kinerja sektor kesehatan di Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025. Salah satu capaian paling menonjol terlihat dari penurunan Angka Kematian Ibu (AKI)yang berhasil melampaui target daerah bahkan berada jauh di bawah rata-rata nasional.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, AKI di Sumut tahun 2025 tercatat 45,38 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut lebih rendah dibanding target yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja, yakni 65,78 per 100.000 kelahiran hidup.
Capaian itu sekaligus menempatkan Sumut lebih baik dibanding rata-rata nasional tahun 2025 yang berada pada angka 85,17 per 100.000 kelahiran hidup.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Muhammad Faisal Hasrimy mengatakan keberhasilan menekan angka kematian ibu tidak lepas dari kerja sama lintas sektor dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah.
“Ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan pendekatan holistik yang dilakukan bersama antara instansi pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam penguatan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi di Sumut,” ujar Faisal Hasrimy, Jumat (29/5/2026).
Faktor Penurunan Angka Kematian Ibu di Sumut
Dinkes Sumut mengungkapkan, salah satu faktor utama yang mendorong turunnya Angka Kematian Ibu di Sumut adalah penerapan sistem pelaporan digital berbasis by name by address melalui Aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) dari Kementerian Kesehatan.
Melalui sistem tersebut, fasilitas kesehatan dapat mendeteksi lebih cepat potensi risiko pada ibu hamil maupun bayi, sehingga langkah penanganan medis dapat dilakukan lebih dini.
“Implementasi wajib pelaporan by name by address melalui Aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) dari Kementerian Kesehatan terbukti efektif membantu fasilitas layanan kesehatan merespons cepat potensi risiko kematian ibu dan bayi,” kata Faisal.
Penurunan AKI juga diikuti membaiknya indikator kesehatan anak. Pada 2025, Angka Kematian Bayi (AKB) di Sumut tercatat 3,20 per 1.000 kelahiran hidup*, lebih baik dari target sebesar 3,28 per 1.000 kelahiran hidup.
Kinerja Kesehatan Sumut 2025 Lampaui Target
Tak hanya pada sektor kesehatan ibu dan anak, pembangunan kesehatan di Sumatera Utara selama 2025 juga menunjukkan tren positif pada sejumlah indikator lainnya.
Berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) 2025 yang telah direviu Inspektorat Provinsi Sumut, mayoritas indikator utama berhasil melampaui target.
Salah satunya adalah peningkatan Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Sumut yang mencapai 74,19 tahun, naik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski mencatat berbagai capaian positif, Dinas Kesehatan Sumut mengakui tantangan sektor kesehatan masih cukup besar, terutama terkait angka kesakitan masyarakat, perubahan lingkungan, serta meningkatnya beban penyakit menular dan tidak menular.
Untuk 2026, Pemprov Sumut terus mempercepat program promotif dan preventif melalui penguatan layanan kesehatan primer berbasis digital, optimalisasi posyandu aktif hingga tingkat desa, serta intervensi gizi terpadu untuk percepatan penanganan stunting.
“Pemprov Sumut berkomitmen penuh memastikan bahwa status UHC dan peningkatan indeks kesehatan ini bukan sekadar pencapaian angka di atas kertas, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh setiap lapisan masyarakat Sumut,” ujar Faisal.
Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, LKIP 2025, Diskominfo Sumut

Social Header