![]() |
| Sejumlah jemaah haji Indonesia saat melontar Jumroh, Rabu (27/6/2026). (Foto : kemenhaj.go.id) |
LPC-ONLINE.COM - Setelah seluruh jemaah Indonesia tiba di Mina pukul 07.00 WAS, Kementerian Haji (Kemenhaj) RI langsung siaga penuh untuk fase lontar jumrah. Kemenhaj dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berjalan lancar, tertib, dan terkendali.
Jubir Kemenhaj, Maria Assegaff menyebutkan 751 petugas kini ditempatkan di tenda jemaah dan jalur Jamarat, dibagi dalam 10 satuan ad-hoc. Tujuannya agar pendampingan dan bantuan bisa cepat saat dibutuhkan.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Maria menambahkan, saat ini, fokus pelayanan diarahkan pada pendampingan jemaah selama berada di Mina, khususnya dalam pelaksanaan lontar jumrah Aqabah dan hari-hari tasyrik berikutnya.
Sebanyak 751 petugas haji disiagakan di Mina dan ditempatkan di tenda-tenda jemaah serta sejumlah pos layanan sepanjang jalur menuju Jamarat. Selain itu, Kemenhaj juga menyiapkan petugas yang berjaga di Masjidil Haram.
Maria pun mengimbau kepada jemaah tidak melontar jumrah pukul 10.00-14.00 WAS. “Suhu Mina capai 41 derajat. Gunakan jalur dua atau jalur atas, perbanyak minum, dan lindungi kepala,” tegas Maria.
Selain itu, Maria mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama fase Mina dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan secara teratur, menggunakan payung atau pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik di luar keperluan ibadah.
“Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” paparnya. (Dik)

Social Header