Breaking News

369 Jemaah Haji Wafat, Kemenhaj Perketat Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah

 

Jemaah haji Indonesia (foto: ist) 

Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah akan memperketat pemeriksaan istitha'ah kesehatan bagi calon jemaah haji setelah mencatat tingginya angka kematian selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Menteri Haji dan Umrah, Mohammad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa sebanyak 369 jemaah haji Indonesia meninggal dunia di Tanah Suci. Menurutnya, sebagian besar jemaah yang wafat berasal dari kelompok lanjut usia serta memiliki risiko kesehatan tinggi.

"Tercatat sebanyak 369 jemaah yang wafat, dengan mayoritas di kelompok risiko tinggi dan lanjut usia," kata Mohammad Irfan Yusuf saat rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Sebagai langkah evaluasi, pemerintah akan memperkuat proses pemeriksaan kesehatan calon jemaah agar dilakukan secara lebih ketat, objektif, profesional, serta bebas dari intervensi.

"Pemerintah akan memperkuat pelaksanaan pemeriksaan istitha'ah kesehatan secara lebih ketat, objektif, profesional, dan bebas dari intervensi," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan memastikan hanya calon jemaah yang benar-benar memenuhi syarat kesehatan yang diberangkatkan ke Tanah Suci. Dengan demikian, risiko gangguan kesehatan maupun angka kematian selama pelaksanaan ibadah haji diharapkan dapat ditekan.

Peningkatan kualitas pemeriksaan kesehatan juga akan dilakukan sejak sebelum calon jemaah melunasi biaya perjalanan haji, sehingga proses seleksi kesehatan berlangsung lebih dini. 

Dalam evaluasi haji 2026, Kementerian Haji dan Umrah juga mencatat 345 calon jemaah batal berangkat dari embarkasi karena dinyatakan tidak memenuhi persyaratan istitha'ah kesehatan.

Pembatalan keberangkatan tersebut tersebar di sejumlah embarkasi, dengan jumlah terbanyak berasal dari Solo sebanyak 68 orang, disusul Pondok Gede 56 orang, Bekasi 44 orang, Kertajati 41 orang, Surabaya 30 orang, Banten 26 orang, dan Palembang 24 orang.

Melalui evaluasi tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih aman dengan kondisi kesehatan jemaah yang lebih terpantau sejak awal.

Sumber: Kompas 

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM