LAS VEGAS || Pertarungan utama UFC 329 yang mempertemukan Max Holloway melawan Conor McGregor di T-Mobile Arena, Minggu (12/7 WIB), berakhir jauh lebih cepat dari perkiraan. Duel yang diprediksi berlangsung sengit itu hanya bertahan 69 detik setelah McGregor mengalami cedera lutut kanan yang membuatnya tidak mampu melanjutkan pertarungan.
Wasit Mike Beltran menghentikan pertandingan dan menetapkan Holloway sebagai pemenang melalui TKO pada ronde pertama. Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan balas dendam bagi Holloway yang pernah dikalahkan McGregor saat keduanya bertemu di UFC Fight Night 26 pada 2013.
Sejak bel berbunyi, kedua petarung langsung tampil agresif. McGregor mencoba mengambil inisiatif serangan dengan melepaskan tendangan tinggi khasnya. Namun, upaya tersebut justru membuatnya kehilangan keseimbangan. Saat kembali mencoba melakukan serangan, kaki kanannya tampak tertekuk dengan posisi yang tidak wajar.
Petarung asal Irlandia itu langsung terjatuh sambil memegangi lututnya. Holloway yang melihat lawannya tidak mampu berdiri tegak segera maju melancarkan kombinasi pukulan. Melihat McGregor sudah tidak bisa mempertahankan diri secara efektif, Herb Dean menghentikan pertarungan pada detik ke-69 ronde pertama. Hasil resmi pun diumumkan sebagai kemenangan TKO untuk Max Holloway.
Berdasarkan laporan awal, McGregor mengalami cedera serius pada lutut kanannya. Ia kemudian meninggalkan arena dengan terpincang-pincang tanpa memberikan pernyataan kepada media.
Bagi Holloway, kemenangan ini terasa spesial. Selain membalas kekalahan 13 tahun lalu, ia juga berhasil menutup salah satu rivalitas yang paling lama dinantikan penggemar UFC.
Meski menang, Holloway mengaku sama sekali tidak menikmati cara pertarungan itu berakhir. Ia mengatakan tidak pernah ingin melihat lawannya kalah karena cedera.
"Saya melihat dia cedera. Saya hanya melakukan pekerjaan saya sampai wasit menghentikan pertarungan," kata Holloway saat wawancara usai laga.
Petarung berjuluk "Blessed" itu juga mengungkapkan bahwa McGregor sempat menyampaikan beberapa kata kepadanya setelah pertarungan dihentikan.
"Dia mengatakan kepada saya untuk terus bertarung dan terus melangkah. Saya menghormati itu," kata Holloway.
Holloway kemudian menyampaikan doa agar mantan juara dua divisi UFC tersebut bisa segera pulih dan kembali bertarung.
"Saya berharap dia cepat sembuh. Tidak ada petarung yang ingin melihat lawannya mengalami cedera seperti itu. Kami semua ingin bertarung dalam kondisi terbaik," ungkapnya.
Kemenangan tersebut langsung memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi fisik McGregor sebelum memasuki oktagon. Sebagian penggemar menduga mantan juara kelas bulu dan ringan itu sebenarnya sudah mengalami masalah pada lututnya sebelum pertandingan dimulai.
Namun, Presiden UFC Dana White membantah rumor tersebut. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda McGregor mengalami cedera saat pemeriksaan sebelum pertandingan.
"Saya tidak melihat tanda-tanda dia mengalami cedera sebelum pertarungan. Semua teori itu tidak benar," ujar White.
Cedera yang dialami McGregor menjadi pukulan berat bagi kariernya. Kekalahan ini memperpanjang tren negatifnya di UFC sekaligus menambah tanda tanya mengenai masa depannya di oktagon. Dalam beberapa tahun terakhir, McGregor memang lebih banyak bergelut dengan cedera dibandingkan bertanding.
Sementara itu, bagi Holloway, kemenangan ini semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu petarung terbaik UFC. Meski duel berakhir hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu menit, ia tetap menunjukkan ketenangan, insting menyerang, dan profesionalisme saat memanfaatkan situasi hingga wasit menghentikan pertandingan.
Sumber: UFC, MMA Fighting, New York Post
Social Header