PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyatakan kendaraan diesel Isuzu pada prinsipnya siap menggunakan B50 berdasarkan hasil pengujian sementara, meski masih terdapat sejumlah aspek teknis yang terus dievaluasi.
Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Anton Rusli mengatakan, perusahaan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam meningkatkan penggunaan biodiesel sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah, Isuzu telah melakukan berbagai uji coba internal terkait penggunaan B50 dan hingga saat ini proses pengujian masih terus berlangsung,” ujar Anton dikutip Media Indonesia, Selasa 30 Juni 2026.
Berdasarkan hasil pengujian sementara, kata dia, mobil Isuzu dapat beroperasi dengan baik menggunakan campuran biodiesel B50. Meski demikian, Isuzu menemukan beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya, kemungkinan penyesuaian interval penggantian filter bahan bakar dalam perawatan berkala.
“Kami akan terus melakukan evaluasi untuk memastikan performa, durability, dan reliability kendaraan tetap terjaga,” katanya.
Anton menjelaskan, setiap produsen mobil memiliki spesifikasi teknis dan hasil pengujian berbeda. Kesiapan penggunaan B50 tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh kendaraan diesel yang beredar di Indonesia. Karena itu, Isuzu hanya menyampaikan hasil pengujian terhadap produk-produknya sendiri.
Terkait kekhawatiran mengenai garansi apabila terjadi kerusakan yang diduga dipicu penggunaan B50, Anton mengatakan, penanganannya akan mengikuti prosedur investigasi teknis yang berlaku.
“Kami juga berharap implementasi B50 nantinya didukung dengan kualitas bahan bakar yang konsisten sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.
Selain kesiapan kendaraan, Isuzu juga menyoroti pentingnya jaminan pasokan dan kualitas bahan bakar ketika kebijakan B50 mulai diterapkan. Menurut Anton, kelancaran distribusi BBM menjadi faktor penting agar operasional dunia usaha tak terganggu. Ia juga mengakui bahwa persoalan distribusi dan ketersediaan BBM merupakan kewenangan pemerintah bersama badan usaha penyedia energi.
“Dari sisi Isuzu, kami berharap implementasi B50 nantinya didukung oleh pasokan yang memadai dan kualitas bahan bakar yang konsisten, sehingga pelanggan dapat menjalankan operasional bisnisnya dengan lancar tanpa mengganggu produktivitas maupun biaya logistik,” katanya. (net/fan)
Social Header