Breaking News

Sekolah Ramah Anak Berbasis Pancasila Jadi Investasi Bentuk Generasi Berkarakter

Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen saat sosialisasi penyebarluasan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan di Medan Timur, Minggu (12/7/2026). (Foto : lpc-online.com/Dicky)

LPC-ONLINE.COM — Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen menegaskan pentingnya mewujudkan Sekolah Ramah Anak yang berbasis nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi cerdas, berkarakter, dan berempati.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Krakatau, Medan Timur, Minggu (12/7/2026).

“Tema kita hari ini, Sekolah Ramah Anak yang berbasis Pancasila. Masih banyak anak-anak yang dibully, bahkan sampai tawuran dan bolos sekolah. Ini kan tidak Pancasila,” tegas Wong Chun Sen.

Ia menyoroti masih tingginya angka kekerasan di lingkungan pendidikan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, kekerasan seksual mencapai 42%, perundungan 31%, dan kekerasan fisik juga masih tinggi di Indonesia.

“Dampaknya terhadap mental anak sangat panjang. Ketika si anak besar, bisa menjadi psikopat. Ini juga bisa merusak institusi pendidikan,” ujarnya.

Wong Chun Sen menekankan, guru juga harus mengamalkan Pancasila agar dapat mendidik anak dengan baik dan menjadi teladan. 

“Guru pun harus Pancasila. Sekolah Ramah Anak itu sekolah yang memiliki guru-guru yang mengamalkan nilai Pancasila,” katanya.

Menurutnya, kekerasan terjadi karena lemahnya etika dan moral. Karena itu, penanaman nilai Pancasila harus dimulai sejak dini.

“Dari awal, jangan biarkan hal seperti ini dibiarkan terus menerus. Ini investasi membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter dan berempati,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wong Chun Sen merinci ada 4 prinsip dasar dalam Sekolah Ramah Anak, yaitu:

1.Non-Diskriminasi : Memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak tanpa memandang suku, agama, gender, atau kondisi fisik.

2.Kepentingan Terbaik bagi Anak : Segala keputusan dan kebijakan sekolah harus selalu mempertimbangkan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.

3.Kelangsungan Hidup dan Tumbuh Kembang : Menjamin hak anak untuk belajar, bermain, dan berkembang secara optimal.

4.Partisipasi Anak : Melibatkan siswa secara aktif dalam perencanaan, penyusunan kebijakan, dan pengawasan kegiatan sekolah.

5.Pengelolaan yang Baik (Good Governance): Transparan, akuntabel, dan koordinatif dengan orang tua serta masyarakat.

“Dengan demikian, anak-anak itu suka datang ke sekolah dan tidak bermalas-malasan. Kebijakan sekolah ramah anak ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi anak, tentunya dengan dukungan orangtua,” pungkasnya. (Dicky)


© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM