Breaking News

Viral Driver Ojol Dikeroyok Saat Bonceng Istri dan Anak di Samarinda, Polisi Selidiki Pelaku

 

Rekaman aksi penganiayaan driver ojol di Samarinda (foto: ist) 

Samarinda – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga menjadi korban pengeroyokan di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kalimantan Timur, viral di media sosial. Korban disebut mengalami aksi kekerasan saat sedang membonceng istri dan anaknya.

Peristiwa tersebut kini tengah ditangani Polsek Samarinda Ulu. Polisi mengaku telah menerima laporan dari korban dan sedang mengumpulkan berbagai alat bukti untuk mengungkap identitas para pelaku.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi mengatakan penyelidikan masih terus berlangsung. Pihaknya mendalami seluruh informasi yang diterima, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

"Kasus yang terjadi di Jalan Anggur saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kami masih mendalami seluruh keterangan dan bukti yang ada," ujar Asriadi, Selasa (14/7/2026).

Video yang beredar memperlihatkan korban masih berada di atas sepeda motornya ketika dikelilingi sejumlah orang. Dalam rekaman tersebut, beberapa orang tampak melakukan pemukulan terhadap korban.

Berdasarkan informasi awal, insiden diduga dipicu perselisihan di jalan raya. Korban yang sedang mengendarai motor bersama istri dan anaknya disebut sempat menegur pengemudi sebuah mobil karena hampir terjadi senggolan. Teguran itu diduga memicu emosi sejumlah orang yang berada di dalam mobil hingga berujung dugaan pengeroyokan.

Polisi memastikan seluruh bukti yang diterima masyarakat akan dianalisis, termasuk rekaman CCTV yang telah diamankan penyidik.

"Semua bentuk alat bukti yang disampaikan masyarakat kami dalami, termasuk rekaman CCTV yang sudah kami pelajari. Seluruhnya akan dianalisis untuk mengidentifikasi para pelaku," kata Asriadi.

Terkait kabar yang menyebut para pelaku berasal dari kawasan Loa Janan, polisi belum dapat memastikan informasi tersebut. Penyidik masih melakukan pencocokan terhadap hasil analisis rekaman CCTV dan keterangan para saksi.

"Kami belum bisa memastikan asal para pelaku karena proses analisis masih berjalan. Semua informasi yang masuk sedang kami verifikasi," ujarnya.

Hingga Selasa petang, belum ada seorang pun yang diamankan dalam kasus tersebut. Meski demikian, polisi menegaskan pencarian terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat masih terus dilakukan.

"Sampai saat ini belum ada pelaku yang diamankan. Anggota masih bekerja di lapangan untuk mengungkap identitas mereka," tegas Asriadi.


Sumber: Kompas

© Copyright 2024 - LPC-ONLINE.COM