![]() |
| Kondisi pasien saat ditangani petugas (foto: ist) |
Labuhanbatu - Dugaan keterlambatan penanganan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi perhatian publik setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pasien laki-laki dilaporkan meninggal dunia dan keluarga menyampaikan tudingan adanya keterlambatan pelayanan medis.
Video yang diunggah melalui media sosial memperlihatkan pasien terbaring di ruang perawatan. Perekam video terdengar meluapkan kekecewaan karena menilai pasien tidak segera mendapat penanganan dari petugas medis.
Menyikapi viralnya video tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari Dinas Kesehatan Sumatera Utara sebelum memberikan kesimpulan.
"Nanti coba saya cek. Saya belum dapat informasi dari Dinkes mengenai perkembangan dan apa kendalanya. Saya belum bisa berkomentar banyak karena khawatir salah," ujar Bobby, Senin (13/7/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, memastikan pihaknya telah menurunkan tim Satuan Tugas Pengendali ke RSUD Rantauprapat untuk melakukan penelusuran langsung terkait peristiwa tersebut.
Menurut Faisal, berdasarkan laporan awal yang diterima, rumah sakit disebut telah menjalankan prosedur pelayanan sesuai ketentuan. Ia menjelaskan bahwa pasien diketahui merupakan pasien rutin yang menjalani cuci darah.
"Dari laporan sementara yang kami terima, rumah sakit telah menjalankan prosedur yang ada. Pasien ini memang rutin melakukan cuci darah. Namun pada hari Sabtu saat datang untuk menjalani cuci darah, terdapat kendala," kata Faisal.
Ia juga membantah informasi yang menyebut pasien sama sekali tidak mendapatkan pelayanan medis.
"Dari laporan yang kami terima, petugas dan dokter ada di lokasi. Namun demikian, kami tetap akan melakukan pengecekan secara menyeluruh," ujarnya.
Selain meminta klarifikasi dari pihak rumah sakit, Dinas Kesehatan Sumut juga akan menemui keluarga pasien untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kronologi kejadian.
"Saat ini kami melakukan penelusuran dari pihak rumah sakit terlebih dahulu. Setelah itu kami juga akan berkomunikasi dengan keluarga pasien," jelas Faisal.
Faisal menegaskan, apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan, maka sanksi akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Pasti akan ada sanksi apabila memang ditemukan adanya kesalahan. Tetapi saat ini kami masih melakukan proses pengecekan langsung di lapangan," tegasnya.
Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya pasien sekaligus mengklarifikasi dugaan keterlambatan penanganan yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Sumber: Kompas

Social Header